Twepzy

Twepzy, panggilan akrabku kepada twitter


bywTentang bagaimana kamu meletakkan beberapa kenangan di suatu tempat, meskipun juga tempat itu adalah sosial media. Anehnya, kamu cukup nyaman dengan hal-hal tersebut. Atau mungkin tidak ada yang cukup mengerti kamu selain sosial media ciptaanmu sendiri.

Aku berpikir orang jaman dahulu adalah orang-orang yang cukup tangguh *eh memang tangguh deng dalam menghadapi setiap cobaan. Terbukti dengan tanpa adanya sosial media kebanyakan diantara mereka memiliki pribadi yang tidak manja dan tau bagaimana harus bersikap sebagaimana ala kadarnya. Bahkan tidak sedikit pula diantara mereka yang kini menjadi panutan.

Mereka lontarkan bentuk keluh kesah mereka dengan bentuk sikap nyata atau sebuah karya. Dan yang paling penting, tidak mereka lontarkan dalam bentuk updatean status semata, atau hal-hal yang bersifat mencari popularitas sementara. Kupikir banyak diantara mereka yang lebih produktif pada era-nya.

Deep intro kelar *ghuhuhu

Mengenai keputusanku untuk meninggalkan twitter,

Awalnya menjadi sebuah penyesalan, karena aku memiliki beberapa jejaring dan beribu catatan disana bahkan kenangan pun juga ada. Itu membuktikan bahwa aku merasa nyaman disana, sekitar 6000an tweet sejak pacar SMA mengenalkannya *kelas 1 SMA akhir kayaknya.

Akan tetapi aku merasa bahwa keputusanku ini sudah benar. Aku seorang pria dan seharusnya juga aku menjadi seorang pria yang tangguh bagaimanapun caranya, bukan karena ingin terlihat tangguh saja tapi memang benar-benar harus menjadi tangguh. Ada sebuah amanah yang harus mulai diperhatikan, yaitu menjadi calon tokoh inspirasi dalam sebuah keluarga dan juga dunia, kupikir itu adalah sebab utama pertimbangannya.

Aku menulis ini karena aku pikir perlu, merubah sebuah penyesalan menjadi sebuah tulisan. Suatu produk yang mungkin dapat bermanfaat juga bagi orang lain. Mungkin memang kualitasnya tidak seberapa atau mungkin tidak berbeda tipis dengan apa yang ada di twitter, tapi setidaknya dan hal terbaiknya adalah ini tentang bagaimana caraku dalam berusaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s